Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cerita Pendek Sedih Tentang Cinta


Hallo, nama saya Muhammad Hermawan asal Indramayu Jawa Barat. Saat pertama kali saya mengenal dunia percintaan sejak semasa smp. Aku menyayangi, dan mencintai seseorang yang berbeda sekolah. Sebenarnya aku sudah mengenal dia sejak sekolah dasar, dimasa masa sekolah dasar kami dulu sering bercanda dan tertawa saat jam istirahat sekolah.

Dia adalah adik kelas ku sendiri, dan saat kami berjumpa sekian saya sudah berumur 17 tahun dia masih dibawah umur saya. Saat pertama kali saya melihat nya saya sangat terkejut dan sejenak mengingat ke masalalu, yaitu masa sekolah dasar. Saat pertama kali bertemu saya tidak menyapanya dengan alasan malu akan masalalu waktu masih kanak kanak.

Namun di pertemuan kedua saya mencoba menyapa dia, sontak terkejut dia pun merasa aku orang tidak asing baginya. Setelah pertemuan tersebut saya coba mendekatinya dan memulai pembicaraan melenceng membahas waktu masih kita kanak kanak dulu.

Dia terkejut karena saya masih mengingat momen tersebut, dan yang kami bahas bukan pertemuan sekarang, namun berlarut larut di masalalu. Setelah mengenal kembali sekitar 3 hari pertemuan awal tiba tiba aku menaruh hati kepadanya.


Entah tanpa alasan yang sangat jelas, aku merasa nyaman disaat bersamanya. Entah mengapa bisa secepat itu, lalu aku mencoba mengungkapkan perasaan tersebut kepada dia, dia juga sempat terkejut dan sempat bilang " Kita kan baru kenal ko bisa nyaman sama aku  ?". Tanpa basa basi saya menjawab " Bukan kah kita sudah lama saling kenal waktu sekolah dasar kamu tahu aku kan hehe ".

Dia pun bingung, dia pikir memang benar kita sudah saling kenal sejak lama, dan tidak mungkin juga dimasa dulu kami mengenal cinta kalo di pikir pikir sih hehe, setelah aku mengungkapkan perasaan secepat itu dia tidak langsung memberikan jawaban.

Namun dia memilih waktu sebentar atau menunggu sedikit waktu untuk menjawabnya. Saya pun tidak keberatan dengan jawaban seperti itu, karena mungkin saya terlalu terburu buru mengungkapkan perasaan. Dengan alasan lain " Jangan sampai dia diambil orang lain ".


Sambil menunggu jawaban tersebut kami pun berkomunikasi lancar tiap harinya yah bisa dibilang lebih mendekatkan diri dengan nya. Setelah satu minggu lamanya saya menagih jawaban sebelumnya " Bagaimana apa waktu untuk memikirkan sudah cukup ? ". Terus dia menjawab dengan singkat " Sudah " saya kembali melontarkan pertanyaan kembali " Apakah kamu mau menerima aku atau tidak ? ", dia menjawab " iya aku menerima kamu ko ".

Mendengar jawaban tersebut, saya terasa senang karena bisa memulai hidup baru bersama orang yang aku kenal sejak sekolah dasar dan saya berfikir ini suatu keajaiban hehe. Saya sebelum menjalani hubungan tersebut saya bicara terus terang " Yank, aku orang tidak punya, apakah kamu benar benar menerima aku apa adanya, atau cuma karena rasa kasihan doang ? " dia menjawab " iyah, aku nerima kamu apa adanya kok, aku tidak peduli kamu berlatar belakang seperti apa, aku tulus menyayangimu dan mencintaimu tanpa terpaksa ".

Mendengar kalimat tersebut saya sangat terharu, karena dia adalah orang punya ibu dan bapaknya seorang guru, kakak nya kuliah, sedangkan aku cuma anak seorang petani, jelas jauh berbeda dari segalanya juga. Namun aku mempercayainya 100% tanpa ada dusta waktu itu.

Tidak terasa kami menjalani hubungan selama 8 tahun. Tentu banyak memories disetiap harinya siapa orang yang tidak iri melihat hubungan selama itu, pasti bertanya tanya kok bisa pacaran selama itu aku aja pacaran paling lama 2 tahun, itu sampai 8 tahun kalo nyicil mobil lunas pasti hehe temen sambil bercanda. Yah saya pun tidak menyangka ko kita menjalani hubungan selama ini hehe.

Temen bilang tips nya apa nih, saya jawab simple aja sih, yang pertama saling percaya satu sama lain, jujur dalam hal apapun, dan komunikasi adalah yang terpenting, kalo kita tidak ngasih kabar ke doi satu hari aja pasti curiga yang tidak tidak tentunya hehe.

Kami menjalani hubungan sejak 2012, namun yang menjadi sedih dalam cerita ini, hubungan kita berakhir pada tahun 2018 :( entah aku tidak mengerti sampai saat ini aku lulusan SMA dan dia melanjutkan kuliah. Namun 8 tahun menjalin hubungan tidak pernah aku menyasalinya.

Kenapa ? Ya mungkin memang faktor keluarga juga 100% mempengaruhi, dan kemungkinan besar pergaulan anak kuliahan itu berbeda dengan semasa SMP maupun SMA jadi aku sadar diri. Kalo dibilang sakit tentu tidak ketolongan, kenapa gitu kamu yang aku banggakan menjadi mengecewakan.

Aku sadar ko dari dulu aku pernah bilang kalo aku tidak punya apa apa semakin tahun jaman semakin elite dan modern, mungkin kamu disana sudah menemukan orang yang terbaik dari aku, menemukan orang yang lebih dari aku, yang bisa menuruti permintaan kamu seutuhnya, aku tidak punya harta, aku cuma punya 1 hati lalu kamu hancurkan dalam sekejap.

Dunia terasa gelap, aku tidak tahu cara melupakanmu dengan cara apa, harus bagaimana, minta tolong sama siapa, aku menjalani fase ini sendirian setiap detik selalu ingat kasih akan sayang mu, dan perhatian perhatian kecilmu, namun semua itu cuma bayangan semu. Aku yang setiap detik selalu memikirkanmu, apakah kamu berfikir atau mengingat hal itu sedetik saja.

Banyak waktu yang telah kita lewati bersama, suka, dan duka kita jalani bersama, kini cuma hanya angan angan saja :). Aku tidak akan pernah melupakanmu karena diwaktu itu juga kamu sudah banyak membantuku, aku pun tidak tahu harus dengan cara apa aku membalas kebaikanmu, apakah ini balasan yang cocok untuku :) .

Sampai detik ini, tahun 2020 aku pun masih mengingatmu, kalo pun kamu tahu cerita ini, pasti kamu sudah lupa denganku, aku harap kamu bisa jaga diri, semoga penggantiku lebih baik dari aku, jangan pernah berubah, terima kasih banyak sudah hadir dalam hidupku, dan memberi warna dikeseharianku, aku berfikir kamu orang yang terakhir yang hadir dalam hidupku ternyata tidak :) .

Aku berfikir walau kamu bukan yang pertama yang hadir di dalam hidupku, aku menjadikanmu yang terakhir dalam hidupku, ternyata tidak, kamu tidak sepertiku hanya aku saja yang berlebihan :)

Jadi untuk kalian yang pernah mengalami hal yang sama, tidak perlu dilarut larutkan jodoh emang tidak ada yang tahu, kita ambil hikmah nya saja, jangan berkecil hati atau sampai melukai diri sendiri. Tuhan pasti meberikan yang terbaik kedepannya untuk kita, jadi jangan pernah menyerah " Be Yourself And Never Surrender ".

CIECOLL " CIWUT AND COLLES " 2012-2018.

Post a Comment for "Cerita Pendek Sedih Tentang Cinta"

Berlangganan via Email