Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cerita Pendek Fajar Tak Seindah Cinta Senja


Suasana sore di taman berselimut mendung. Senja memandang lelaki di hadapannya yang tengah menunduk sambil mengaduk pasir dengan ujung sepatunya. Penampilannya lusuh tak lagi gagah, wajah nya kusam dan sorot mata itu, sorot mata yang tajam yang dulu selalu membuat jantung senja berderap lebih kencang ketika menatapnya kini begitu redup.

" Kamu masih menanggapku sahabatkan ? Tanya senja kepada lelaki itu ".

" Aku tetap sahabatmu, apapun kondisimu, ulang senja menegaskan ".

Lelaki itu menyandarkan punggungnya pada bangku panjang, bibirnya menggigil, butiran sebesar jagung membasahi keningnya.

" Aku akan temani kamu " ujar senja berusaha meyakinkan. Lelaki itu menatap senja, mencari kesungguhan dalam bening mata gadis itu, lalu menghela nafas panjang.

" Tapi aku takut " gumam lelaki itu lirih.

" Hey, mana Fajar yang kukenal ? Fajar yang pemberani, dan disegani karena segudang prestasinya. " Senja menepuk bahu lelaki itu ".

" Tapi Aku bukan Fajar yang dulu, aku telah melakukan kesalahan terbesar bermain dengan narkoba hingga kecanduan dan kehilangan segalanya, " raung lelaki itu, bahunya berguncang, matanya basah. Senja menghela nafas panjang, bukan salah Fajar sepenuhnya.

Fajar baru kehilangan embun, adik perempuan satu satunya. Hari hari yang dilalui terasa berat ketika belum sepenuhnya ikhlas atas kepergian embun. Sampai Fajar berkenalan dengan Amel, seorang model cantik yang berhasil memikat hati Fajar.

Ternyata Amel tak sebaik sangkanya, Amel suka mengonsumsi minuman beralkohol dan obat terlarang. Suatu hari saat ngobrol dengan Amel, gadis itu menawari serbuk putih dalam bungkusan kecil.

" Cobalah barang ini akan membuatmu tenang " kamu akan merasa rileks, juga mengusir stres kata Amel sambil mengajarkan pada Fajar cara memakai benda terkutuk itu. Sekali dua kali Fajar menikmati sensasi melayang yang ditimbulkan setelah mengonsumsi barang tersebut lama kelamaan Fajar pun tergantung pada obat tersebut.

Senja yang mencium bau perubahan pada diri lelaki itu berusaha mengingatkan tapi Fajar tidak peduli ia terlanjur nyaman dengan kedekatan Amel dan barang ajaib itu.

Hati Senja terluka, selama ini ia menyimpan perasaan yang begitu dalam kepada Fajar sahabat kecilnya. Namun Senja mencintai dalam diam karena ia tahu, Fajar hanya menganggapnya sahabat,  teman main sejak kanak kanak. Namun bukan itu yang membuat Senja terluka. Tapi masa depan Fajar yang hancur akibat serbuk haram tersebut. Fajar telah banyak berubah, tak lagi bersinar seperti dulu.

Hingga malam itu, seorang mengetuk jendela kamarnya, Senja yang hampir terlelap mengernyitkan kening, perasaannya tak enak. Satu satunya yang berani mengetuk jendelanya dimalam hari hanya Fajar, ada apa batinnya heran.

Begitu buka jendela terbuka, seorang lelaki langsung melompat masuk dan meringkuk gemetar di sudut kamar.

Fajar " desisnya kaget " Senja hanya mampu menahan nafas berusaha tidak gaduh agar tidak membangunkan seisi rumah.

Senja menyodorkan segelas air mineral yang diambil dari nakas dikamarnya, lelaki itu meninumnya dengan tiga kali tegukan lalu menghela nafas.

" Kamu sakaw " gumam lirih Senja, menatap prihatin kepada Fajar yang dicintainya itu.

" Kamu harus berobat " ujar Senja lagi.

Fajar menggeleng, tangannya mengepal, sorotnya penuh amarah.

" Amel guman Fajar ".

Amel tertangkap untung aku bisa lari polisi hanya datang beberapa menit setelah aku pulang dari rumah Amel.

Senja tidak terkejut, dan tidak bereaksi tapi justru bersyukur bisa menghentikan perbuatan laknat Amel, Senja tersenyum tipis rencananya berhasil.

Post a Comment for "Cerita Pendek Fajar Tak Seindah Cinta Senja"

Berlangganan via Email