Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Puisi Sedih Jeruji Hati

Puisi Sedih Jeruji Hati

Jeruji hati, aku tak mengerti soal cinta terlalu buta akan rasa, terlalu naif akan rindu tak mau mendengar suara hati.

Hingga kau datang tanpa permisi, menyusup dalam jeruji hati, menjerat dalam petak penuh sesak yang tak dapat lagi ku elak.

Bukan aku tak menginginkan hadirmu, namun jeruji hatiku selalu menjeratmu dalam resah dan kebimbangan.

Ingin aku menghempas segala rasa gundah namun jiwamu seakan mendekapku dalam kegelisaan, layaknya perahu yang terombang ambing ditengah lautan.

Satu satunya pilihan hanyalah tenggelam, ya tenggelam dalam rasa yang tak kumengerti.

Inikah, yang dinamakan jatuh dalam pesona cinta, atau hanya perasaan semu dimana dia datang hanya untuk singgah.

Bukan untuk menetap, saat kupandang bulan sabit yang menghias wajahmu, terlihat manis namun begitu menikam jantungku.

Hingga ia berhenti untuk sejenak, lalu kembali berdetak tak karuan, sayangnya aku hanya mampu terdiam merangkai kata yang tak mampu terucap oleh bibirku.

Memendam, hanya itulah yang aku bisa lakukan pada rasa yang tak pernah bisa ku ungkapkan.

Post a Comment for "Puisi Sedih Jeruji Hati"

Berlangganan via Email